Usia Muda Tak Harus Bercinta

     Masa penantian, identik dengan penantian jodoh atau pasangan hidup.  Akhir-akhir ini banyak artikel dan kata-kata bijak tentang masa penantian. Membahas tentang haramnya pacaran, kegiatan yang sangat dibenci Allah. Kalau belum mampu menikah, maka berpuasalah. Jangan sampai kita ikut-ikutan membenarkan pacaran. Tidak ada cinta yang tulus jika belum dimulai dengan ijab.


Katanya sih omong kosong kalau doi bilang cinta sebelum halal. Allah tidak pernah mendzalimi kita. Pacaran dilarang untuk menjaga kesucian hambaNya. Kita diberi waktu untuk menghabiskan masa muda dengan prestasi dan karya. Bukan untuk gandengan sana-sini padahal belum jelas yang digandeng bisa jadi jodoh kita nanti. Buang waktu iya, nambah dosa juga iya. Astaghfirullah… Memang manusiawi kalau kita jatuh cinta.


Cinta adalah anugrah yang diberikan sang Khaliq untuk kita semua. Tapi Allah tidak ingin kita berlebihan berharap terhadap sesama makhluk. Bukankah, rezeki, jodoh dan maut sudah ditetapkan Allah? Bukankah janji Allah itu pasti? Bukankah kita sudah menyerahkan semua padaNya? Bisa apa kita ini kalau Allah sudah berkehendak.


Tugas kita hanya ikhtiar dan berdoa. Tetapi ikhtiar menjemput jodoh bukan dengan pacaran yang jelas-jelas dilarang. Tidak ada tawar-menawar lagi. Tidak ada pacaran syar’i. Jangan sombong, sekuat apapun imanmu kita tidak pernah tahu kecerdikan setan mencari celah saat kita lengah.



Seringkali kita dibayangi rasa galau memikirkan si dia yang kita cinta. Kita sering mendoakan untuk kebaikannya dan kita serahkan segalanya hanya pada Allah. Pasrahkan saja. Setelahnya, lanjutkan aktivitas postifmu.

Terkadang terlalu merisaukan soal jodoh juga tidak baik. Menghambat kita untuk bergerak. Menghambat kita menemukan hal-hal baru diluaran. Padahal seharusnya masa penantian diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Memang tidak pernah ada yang tahu kapan maut menjemput, tapi selagi masih diberi waktu jangan cuma menunggu. Menunggu lah dengan cara yang mengagumkan. Habiskan masa mudamu dengan memperluas pergaulan. Pergaulan yang baik tentunya. Habiskan dengan banyak membaca, belajar, mencari ilmu baru.

Ilmu tidak hanya didapat dari buku. Ilmu bisa kita dapatkan dimana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Perbanyaklah berbuat baik. Beramal, berdakwah, menyebarkan kebaikan yang kita dapat. Jangan hanya disimpan sendiri. Sampaikanlah walau satu ayat. Dakwah bukan hanya tugas ustad. Setiap umat muslim mempunyai kewajiban untuk berdakwah.

Dakwah tidak selalu berdiri di miimbar di depan banyak orang. Mulai dengan lingkungan terdekatmu. Ajaklah orang tua, saudara, dan teman-temanmu. Fastabiqul khairat.Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Sukseskan dirimu semuda mungkin. Gunakan kesempatan yang ada. Mulailah dengan menulis target hidupmu. Apa yang ingin kamu capai sebelum usia 24 tahun misalnya. Kalau usahamu sungguh-sungguh inshaaAllah akan tercapai. Sekali lagi, janji Allah itu pasti. Berharaplah hanya pada Allah.

Kalau selain Allah, dijamin kita akan kecewa. Jangan membuang waktu penantianmu dengan sia-sia. Muda tak melulu soal cinta. Muda itu harus banyak karya. Muda itu harus punya semangat membara. Muda itu tidak akan putus asa, karena yakin Allah selalu ada. Muda itu kerja keras dan usaha. Muda itu berbagi dan memberi. Sekalipun menyimpan cinta untuk seorang hamba, tidak akan terganggu aktivitas positifnya. Jangan menyerah untuk terus berada di jalan Allah di dalam masa penantianmu. Akan ada saatnya dia datang dengan cara yang mengagumkan, inshaaAllah.. :’)
LihatTutupKomentar